TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Lombok Tengah Terapkan Strategi “3 Pintu”


Lombok Tengah
– Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melakukan evaluasi terhadap program penanggulangan kemiskinan daerah sebagai upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan dan memastikan berbagai program pemerintah berjalan tepat sasaran. Evaluasi tersebut digelar melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa (18/8).

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.M. Nursiah, Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, Kepala BPS Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi, S.ST., perwakilan ITDC, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PLN Cabang Praya, perangkat daerah, serta perwakilan seluruh kecamatan.

Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah mengatakan, angka kemiskinan di Lombok Tengah pada 2025 tercatat sebesar 10,68 persen. Angka tersebut menempatkan Lombok Tengah pada urutan ketiga terendah di Provinsi NTB setelah Kota Mataram sebesar 10,55 persen dan Kota Bima sebesar 10,61 persen.

“Capaian tersebut menunjukkan adanya penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 12,07 persen pada 2024. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menargetkan angka kemiskinan kembali turun menjadi sekitar 10,30 persen pada 2026,” ujarnya.

Meski mengalami penurunan, Pemkab Lombok Tengah tetap memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah yang masih memiliki kantong kemiskinan cukup tinggi.

Kecamatan Pujut tercatat memiliki angka kemiskinan sebesar 11,77 persen atau sekitar 16.037 jiwa. Selanjutnya Kecamatan Jonggat sebesar 10,25 persen atau 13.960 jiwa dan Kecamatan Praya Barat sebesar 10,17 persen atau 13.858 jiwa.

“Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, pemerintah daerah menerapkan strategi “3 Pintu” pada 2026. Strategi tersebut diarahkan agar berbagai program dan intervensi pemerintah dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Pintu pertama difokuskan pada Pengurangan Beban Pengeluaran Masyarakat 

Melalui berbagai program, seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Ketenagakerjaan, bantuan pangan, pasar murah, hingga bantuan langsung tunai.

Pintu kedua diarahkan pada Peningkatan Pendapatan Masyarakat 

Melalui pelatihan kerja, pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM), sektor peternakan, perikanan, serta program padat karya.

Sementara itu, pintu ketiga difokuskan pada Pengurangan Kantong Kemiskinan 

Melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan air minum, sanitasi, serta peningkatan akses pendidikan.

“Melalui strategi tersebut, penanganan kemiskinan diharapkan tidak hanya berdampak pada penurunan angka secara statistik, tetapi juga memberikan perubahan nyata terhadap kondisi kehidupan masyarakat. Di antaranya melalui berkurangnya beban hidup, meningkatnya peluang memperoleh pendapatan, serta membaiknya kualitas hunian dan pelayanan dasar,” tutupnya.

Kepala BPS Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi mengatakan, salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kondisi kemiskinan adalah tingkat konsumsi masyarakat miskin berdasarkan hasil survei di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menekankan pentingnya kolaborasi antara Bapperida dengan seluruh organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

“Program penanggulangan kemiskinan harus dilaksanakan dengan menggunakan indikator yang terukur. Dengan demikian, intervensi yang dilakukan pemerintah dapat semakin tepat sasaran dan hasilnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pun terus mendorong sinergi antarperangkat daerah dan berbagai pihak terkait agar target penurunan angka kemiskinan pada 2026 dapat tercapai sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)

0Comments

Tambahkan komentar

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile