Lombok Tengah - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat menangani dampak kebakaran besar yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul
Bahri langsung memimpin rapat koordinasi penanganan pascakebakaran untuk
memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu
malam (22/8) tersebut menghanguskan 129 rumah adat dan menyebabkan 320 warga
atau 120 kepala keluarga terdampak. Pemkab Lombok Tengah memastikan penanganan
warga menjadi prioritas utama, mulai dari kebutuhan logistik, tempat tinggal
sementara, hingga proses pemulihan pascabencana.
“Kita prioritaskan keselamatan
warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak,” katanya dalam
rapat koordinasi penanganan bencana.
Pemkab Lombok Tengah bersama
instansi terkait terus melakukan pendataan untuk memastikan bantuan dapat
disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat
musibah tersebut.
Pemkab Pastikan Penanganan
Berjalan Bersama Seluruh Unsur
Dalam proses penanganan, Pemkab
Lombok Tengah melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan
Penyelamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat setempat.
Tim gabungan bekerja melakukan
pemadaman, pendinginan, serta memastikan lokasi kebakaran aman dari kemungkinan
munculnya kembali titik api.
Kebakaran yang terjadi sekitar
pukul 22.00 WITA itu dengan cepat membesar akibat kondisi bangunan adat Sade
yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar seperti kayu, bambu,
dan atap ilalang.
Selain rumah warga, beberapa
fasilitas pendukung kawasan wisata adat juga ikut terdampak, seperti masjid,
museum, lapak UMKM, dan fasilitas umum lainnya.
Pemulihan Desa Adat Sade Jadi
Perhatian Pemkab
Pemerintah Kabupaten Lombok
Tengah juga mulai mempersiapkan langkah pemulihan terhadap kawasan Desa Adat
Sade yang merupakan salah satu ikon budaya masyarakat Sasak dan destinasi
wisata unggulan daerah.
Selain memastikan kondisi
masyarakat terdampak, Pemkab Lombok Tengah akan melakukan pendataan kerugian
serta menyusun langkah rehabilitasi kawasan adat pascakebakaran.
Sementara itu, penyebab kebakaran
masih dalam proses penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan
korsleting listrik, namun kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan
pihak berwenang.
Musibah kebakaran Desa Adat Sade menjadi perhatian besar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah karena tidak hanya berdampak pada tempat tinggal warga, tetapi juga menyangkut keberlangsungan salah satu warisan budaya Sasak yang menjadi kebanggaan daerah.
