TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

MRS Putaran 4 Buka Jalan Pembalap Muda ke Level Asia, Regulasi FIM Mulai Diperketat


Lombok Tengah -  Mandalika Racing Series (MRS) putaran keempat mulai memperketat regulasi. Bukan sekadar soal adu cepat, seri ini juga menjadi arena pembelajaran pembalap muda sebelum terjun ke kompetisi Asia dan internasional.

Sejumlah aturan baru diterapkan dengan mengacu pada regulasi Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Mulai dari prosedur start, sistem penalti, start dari pit lane, hingga perubahan mekanisme kualifikasi.

Ketua Pelaksana MRS, Arif Syahbani, mengatakan regulasi tersebut sengaja diperkenalkan agar pembalap tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami aturan yang berlaku di level internasional.

“Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada para pembalap bagaimana bertanding di sirkuit internasional. Di antaranya bagaimana prosedur start, kemudian bagaimana mereka menerima hukuman kalau melakukan kesalahan,” ujar Arif.

Start Pit Lane Tak Lagi Bersamaan

Arif menjelaskan, Salah satu perubahan yang diterapkan berkaitan dengan pembalap yang harus memulai balapan dari pit lane.

Jika jumlahnya lebih dari 10 pembalap, mereka tidak akan dilepas secara bersamaan. Start akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan pembalap ketika masuk ke lintasan.

“Aturan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran keselamatan bagi pembalap yang dipersiapkan menuju kompetisi dengan regulasi lebih ketat,” jelasnya.

Perubahan juga terjadi pada sistem kualifikasi. Sebanyak 14 pembalap akan mendapatkan kesempatan menuju Q2. Sepuluh pembalap berasal dari hasil sebelumnya, sementara empat slot lainnya diperebutkan melalui Q1. Skema tersebut membuka ruang persaingan yang lebih luas bagi para pembalap.

“Jadi tujuannya memberikan kesempatan mereka bisa lebih bersaing,” katanya.

Dari MRS Mengincar Podium Moto4 Asia Cup

MRS juga menjadi salah satu wadah pembinaan pembalap yang diproyeksikan tampil di Moto4 Asia Cup.

Arif menyebut, sejumlah pembalap Indonesia yang akan tampil di ajang tersebut juga mengikuti MRS. Pengalaman bertanding di Mandalika diharapkan menjadi modal sebelum menghadapi pembalap dari berbagai negara.

Sejumlah nama seperti Frisky, Yeha, dan Malik Maulana disebut memiliki potensi setelah menunjukkan prestasi di kompetisi nasional.

 

“Mudah-mudahan dengan berlatih di MRS ini mereka bisa naik podium. Minimal bisa bersaing, maksimalnya bisa podium di Moto4 nanti,” harapnya.

Bagi penyelenggara, perjalanan mereka di MRS bukan hanya tentang hasil balapan. Mereka juga ditempa untuk memahami regulasi, strategi, disiplin, dan prosedur yang akan menjadi bagian dari kompetisi internasional.

108 Starter, MRS Konsisten Jadi Kelas Pembinaan

MRS putaran keempat mencatat 108 starter. Jumlah tersebut menunjukkan konsistensi keterlibatan tim dan pembalap dalam kompetisi.

Penyelenggara mengapresiasi tim yang tetap mengikuti rangkaian MRS meski kondisi ekonomi masih menjadi tantangan.

Menurut Arif, konsistensi tersebut penting karena MRS memang dirancang sebagai kelas pembinaan bagi pembalap yang ingin melangkah ke jenjang lebih tinggi.

“Ini kelas pembinaan untuk menuju jenjang yang lebih tinggi. Kita tahu ada pembalap yang lahir dan berkembang dari MRS,” jelasnya.

Para pembalap yang mengikuti rangkaian MRS juga memiliki komitmen untuk mengikuti seluruh putaran. Pergantian pembalap tetap dimungkinkan dalam kondisi tertentu, seperti cedera.

Bukan Sekadar Balapan

Penerapan regulasi baru membuat MRS semakin diarahkan sebagai bagian dari jalur pembinaan pembalap muda.

Arif memastikan regulasi yang diterapkan telah disesuaikan dengan standar FIM dan disosialisasikan kepada tim serta pembalap.

“Betul, sesuai dengan FIM. Kita juga mengajukannya ke FIM karena ini seri internasional dan tujuan kita adalah membina pembalap-pembalap junior,” ungkapnya.

Menurutnya, pembalap yang terbiasa dengan regulasi sejak di tingkat nasional akan lebih memahami prosedur ketika mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi Asia.

“Regulasi ini sangat mungkin ikut berpengaruh kepada mereka, apalagi lawan-lawannya nanti dari Asia dan berbagai negara,” tutupnya.

Dari Mandalika, para pembalap muda tersebut kini tidak hanya mengejar podium MRS. Mereka juga mulai membangun bekal untuk menapaki jenjang balap yang lebih tinggi, dari Moto4 hingga menuju Moto3. (Man)

0Comments

Tambahkan komentar

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile