TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Pasca Dugaan Keracunan Makanan, Dinkes Lombok Tengah Perketat Deteksi Dini dan Respons Kesehatan


Lombok Tengah - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah memperkuat sistem kewaspadaan dini dan respons kesehatan menyusul kejadian dugaan keracunan makanan yang terjadi di wilayah tersebut.

Penguatan sistem itu dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respons Penyakit Tingkat Kabupaten/Kota yang berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, di JM Hotel, Kuta Mandalika.

Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah unsur yang memiliki peran dalam penanganan kejadian kesehatan masyarakat, mulai dari Puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Lombok Tengah, Balai Karantina Kesehatan, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Putrawangsa, mengatakan setiap kejadian kesehatan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem deteksi dan respons di lapangan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat mendeteksi kejadian sedini mungkin, melakukan pelaporan dengan cepat, kemudian memastikan investigasi dan respons dilakukan secara terpadu. Setiap kejadian harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem kita ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan kejadian kesehatan masyarakat tidak bisa dilakukan oleh satu institusi. Koordinasi antara Puskesmas, rumah sakit, Dinas Kesehatan, Balai Karantina Kesehatan, dan laboratorium diperlukan agar informasi dari lapangan dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Dalam rapat tersebut, peserta mengevaluasi sejumlah tahapan penanganan, mulai dari deteksi dini, pelaporan, verifikasi kasus, penyelidikan epidemiologi, pengambilan spesimen, pemeriksaan laboratorium, investigasi keamanan pangan, hingga langkah respons apabila ditemukan kejadian yang berpotensi berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penguatan jejaring laboratorium turut menjadi perhatian. Pemeriksaan spesimen dari pasien maupun lingkungan menjadi bagian penting dalam proses investigasi untuk mendapatkan informasi yang dapat mendukung penanganan secara tepat.

Putrawangsa menegaskan, kecepatan respons harus dibangun sejak informasi awal diterima, baik dari masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jangan menunggu kejadian menjadi besar baru kita bergerak. Sistem deteksi dini harus berjalan dari tingkat Puskesmas, kemudian terhubung dengan rumah sakit, laboratorium, dan Dinas Kesehatan. Dengan koordinasi yang baik, setiap indikasi kejadian dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Melalui rakor tersebut, Dinas Kesehatan Lombok Tengah mendorong penguatan surveilans epidemiologi, komunikasi dan pelaporan, kapasitas investigasi, kesiapan laboratorium, serta koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan Lombok Tengah dalam menghadapi berbagai kejadian kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keamanan pangan, sehingga setiap indikasi kejadian dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berdasarkan hasil investigasi. (Man)

0Comments

Tambahkan komentar

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile