Lombok Tengah – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah melakukan peninjauan kondisi bangunan SMP Negeri 5 Praya Timur yang berada di desa Beleka Lebe Sane, Selasa (1/9).
Rombongan langsung melihat
sejumlah fasilitas seperti sejumlah ruang kelas hingga perpustakaan yang
kondisinya rusak parah dan tidak bisa digunakan sebagai lokasi kegiatan belajar
mengajar.
Kerusakan sejumlah ruang kelas
dan perpustakaan di SMPN 5 Praya Timur sudah berlangsung cukup lama. Kondisi ini
berdampak pada minimnya jumlah siswa, karena orang tua tidak mau menyekolahkan
anak-anak mereka di sekolah tersebut. Karena dinilai sangat tidak layak.
Prihatin dengan kondisi sekolah
tersebut, Komisi IV DPRD Loteng akan mendorong semua fraksi yang ada di Komisi
IV untuk menyuarakan perbaikan Gedung dan sejumlah fasilitas SMPN 5 Praya Timur
melalui APBD Perubahan tahun 2026 dan APBD Murni tahun 2027.
“Jadi semua partai yang ada di
Komisi IV untuk sama-sama menyuarakan sebagai salah satu bentuk perhatian kita
terhadap perbaikan sekolah ini,” kata Ketua Komisi IV, Mayuki saat di konfirmasi
wartawan.
Mayuki melihat sarana dan
prasarana yang ada di SMP Negeri 5 Praya Timur kondisinya rusak parah dan
sangat tidak layak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar, sehingga wajar
jika minat orang tua menyekolahkan anak mereka di sekolah ini berkurang.
“Kita lihat disini terlalu lepas
tidak ada pembatas dari masyarakat dan sawah di sekitarnya. Jadi apapun
alasanya mereka tidak akan mau menyekolahkan anaknya disini,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV
DPRD Loteng Ahmad Rifai mengatakan perbaikan SMPN 5 Praya Timur paling tidak
sudah bisa dilakukan sebelum tahun ajaran baru 2027, sehingga bisa menarik
minat peserta didik baru.
“Ini bisalah sekitar Rp 200 atau
Rp 300 juta untuk melakukan rehab di APBD Perubahan,” ucapnya.
Disii lain, rehabilitasi sekolah
tidak hanya berfokus pada ruang kelas yang rusak melainkan juga ruang guru
serta perpustakaan yang juga kondisinya cukup parah.
“Ruang guru tidak ada karena
dipakai siswa untuk belajar. Kemudian di APBD murni nanti kita usulkan
perpustakaan serta penataan halaman sekolah agar lebih bagus,” tutupnya.
Di tempat yang sama Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Lalu Idham Halid menegaskan SMPN 5
Praya Timur yang semula akan di merger dengan SDN 2 Beleka.
Namun karena adanya perhatian
dari DPRD Lombok Tengah, pemerintah daerah sepakat akan melakukan perbaikan
item mana saja yang akan menjadi prioritas.
“Kita akan menerjunkan konsultan
untuk mengecek kondisi sekolah, mana saja item yang didahulukan untuk
diperbaiki,” ungkapnya.
Selain melalui APBD Perubahan,
perbaikan SMPN 5 Praya Timur juga akan di usulkan melalui program revitalisasi
dari pemerintah pusat, sehingga nantinya masyarakat bisa menyekolahkan anaknya
di sekolah tersebut.
“Melihat kondisi sekolah ini, paling tidak dibutukan sekitar lebih dari Rp 1 Miliar untuk perbaikan seluruh fasilitas,” tandasnya. (Red

.jpeg)