Lombok Tengah – Sebuah video keluhan salah seorang pengung yang berwisata di Air Terjun Benang Kelambu, Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah viral di media sosial.
Dalam unggahan video tersebut,
pengunjung mengeluhkan adanya biaya tambahan fasilitas toilet maupun self point
yang tersedia di objek wisata tersebut.
Merespon keluhan tersebut
pengelola objek wisata Benang Kelambu, memberikan klarifikasi terkait informasi
yang beredar di media sosial mengenai adanya biaya tambahan bagi pengunjung di
kawasan wisata tersebut.
Pengelola Wisata Alam Air terjun
Benang Stokel dan Benang Kelambu, Muhammad Rodian Fahlefi mengatakan, biaya
tambahan yang diberlakukan merupakan tarif untuk layanan dan fasilitas tertentu
di luar tiket masuk kawasan wisata. Adapun fasilitas yang dikenakan biaya
tambahan tersebut yakni selfie point dan toilet atau kamar mandi.
Untuk fasilitas selfie point,
pengelola menyebut pembatasan jumlah pengunjung dilakukan sebagai bagian dari
upaya menjaga keselamatan. Fasilitas tersebut merupakan bangunan berbahan kayu
dengan ketinggian sekitar tujuh meter dari permukaan di bawahnya.
Sementara itu, kondisi di bawah
fasilitas tersebut merupakan area berbatu. Karena itu, jumlah pengunjung yang
berada di atas selfie point perlu dibatasi untuk mencegah terjadinya kelebihan
kapasitas atau beban yang berpotensi menyebabkan kerusakan fasilitas maupun
kecelakaan.
"Pembatasan jumlah
pengunjung pada fasilitas ini dilakukan terutama untuk menjaga keselamatan
pengunjung," katanya.
Selain untuk menjaga keamanan,
biaya penggunaan selfie point juga dialokasikan untuk kebutuhan pemeliharaan
dan penggantian material secara berkala. Material kayu yang mulai lapuk atau
mengalami kerusakan akan diperbaiki maupun diganti agar fasilitas tetap aman
digunakan.
“Petugas yang bertugas menarik
pungutan layanan tersebut juga memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan
kawasan di sekitar Benang Kelambu. Hal itu dilakukan untuk menjaga kawasan
wisata tetap bersih, indah dan nyaman bagi pengunjung,” jelasnya.
Sementara untuk fasilitas toilet
atau kamar mandi, biaya yang dikenakan digunakan untuk mendukung kebutuhan
kebersihan, pemeliharaan fasilitas serta operasional petugas yang setiap hari
bertanggung jawab membersihkan dan merawat fasilitas tersebut.
“Biaya layanan tambahan tersebut
pada prinsipnya ditujukan untuk mendukung keamanan, kebersihan, kenyamanan
serta keberlanjutan pemeliharaan fasilitas wisata, bukan untuk membebani
pengunjung,” tegasnya.
Kendati demikian, pengelola
memahami adanya pembayaran tambahan setelah pengunjung membeli tiket masuk
dapat menimbulkan pertanyaan, terutama apabila informasi mengenai jenis layanan
dan tarif belum disampaikan secara jelas sejak awal.
Kedepan kita berkomitmen
memberikan informasi yang lebih transparan mengenai jenis layanan, tarif serta
peruntukan biaya di lokasi pembelian tiket,” tambahnya.
Hal ini bertujuan agar pengunjung
dapat mengetahui sejak awal fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam tiket
masuk dan fasilitas mana yang merupakan layanan tambahan atau bersifat
opsional.
“Untuk tarif layanan tambahan relatif
terjangkau, yakni Rp2.000 per orang untuk penggunaan selfie point dan Rp2.000
per orang untuk penggunaan toilet atau kamar mandi,” ucapnya.
Pihak pengelola juga menyampaikan
apresiasi terhadap kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat maupun
wisatawan. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan
kualitas pelayanan di kawasan wisata Benang Kelambu.
"Kami menghargai setiap
kritik dan masukan dari masyarakat maupun wisatawan. Hal tersebut menjadi bahan
evaluasi bersama agar pelayanan di Benang Kelambu semakin baik, transparan,
aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengunjung," tutupnya. (Red)

