Tak tanggung-tanggung, atlet peraih medali emas akan mendapatkan bonus sebesar Rp20 juta, peraih medali perak Rp10 juta, dan peraih medali perunggu Rp5 juta. Sementara itu, besaran bonus bagi atlet beregu akan disesuaikan dengan jumlah anggota tim.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah sekaligus Ketua KONI Lombok Tengah, L. Firman Wijaya, ST., MT., membenarkan pemberian bonus tersebut. Penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Malam Penganugerahan Tastura Juara yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah.
“Dalam kegiatan ini kita mengundang seluruh peserta Porprov yang berjumlah 598 atlet, seluruh pelatih, serta pengurus cabang olahraga (cabor),” ungkap Firman.
Tak hanya atlet, para pelatih juga akan menerima bonus sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membina dan mempersiapkan atlet hingga mampu meraih prestasi. Pelatih yang atletnya meraih juara pertama akan mendapatkan bonus Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.
Firman menjelaskan, anggaran bonus tersebut bersumber dari APBD Perubahan Pemkab Lombok Tengah tahun 2026. Pihaknya menargetkan seluruh bonus dapat disalurkan dalam satu hingga dua bulan ke depan, bergantung pada kesiapan dan pelaksanaan anggaran.
“Begitu anggaran mulai bisa dieksekusi, kami pastikan bonus itu sudah bisa diterima,” ujarnya.
Lampaui Target, Lombok Tengah Kokoh di Posisi Runner-Up
Pemberian bonus ini menjadi bentuk penghargaan atas pencapaian luar biasa kontingen Lombok Tengah pada Porprov 2026. Dengan raihan 125 medali emas, kontingen berjuluk Tastura tersebut berhasil menempati posisi juara umum kedua, melampaui target awal yang hanya membidik posisi ketiga.
Firman menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang bagi atlet Lombok Tengah untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kendati dengan keterbatasan anggaran, kami menunjukkan kepada masyarakat Lombok Tengah bahwa kontingen kami berhasil sebagai runner-up pada Porprov,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai persiapan yang dilakukan sebelum kompetisi, termasuk penerapan sistem pendaftaran atlet berbasis elektronik. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan sebagai bekal menghadapi Porprov berikutnya.
Pihaknya berharap, dengan persiapan yang lebih matang dan dukungan yang semakin kuat, kontingen Lombok Tengah mampu meningkatkan prestasi dan merebut gelar juara umum pada penyelenggaraan Porprov mendatang.
“Semua nanti akan kita evaluasi untuk berbenah menuju juara umum pada Porprov berikutnya,” tegasnya.
Bupati Akui Dukungan Anggaran Atlet Perlu Ditingkatkan
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menilai keberhasilan kontingen Lombok Tengah pada Porprov 2026 sebagai pencapaian bersejarah. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa atlet-atlet daerah memiliki kualitas dan potensi besar meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Ia mengapresiasi perjuangan para atlet yang mampu membawa Lombok Tengah naik dari posisi kelima pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi juara umum kedua pada Porprov tahun ini.
“Ternyata setelah kita evaluasi, atlet-atlet Lombok Tengah sangat luar biasa dan berprestasi,” ujarnya.
Pathul juga mengakui bahwa dukungan anggaran bagi atlet dan masing-masing cabang olahraga masih perlu mendapat perhatian lebih serius. Karena itu, pemerintah daerah akan berupaya membahas kebutuhan anggaran bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar pembinaan olahraga dapat berjalan lebih optimal.
“Nanti kita coba hitung-hitung berapa kebutuhan masing-masing cabor agar pada Porprov berikutnya atlet dan pelatih bisa meningkatkan prestasi,” tegasnya.
Bonus Umrah dari Bupati, Satu Atlet Emas Bakal Diberangkatkan
Tak hanya bonus dari pemerintah daerah, para atlet berprestasi juga berpeluang mendapatkan hadiah istimewa dari Bupati Lombok Tengah. Pathul Bahri secara pribadi menjanjikan satu paket umrah gratis bagi seorang atlet peraih medali emas.
Penentuan penerima hadiah tersebut akan dilakukan melalui proses evaluasi dan verifikasi khusus oleh pengurus KONI Lombok Tengah. Dari para atlet yang berhasil meraih medali emas, satu orang akan dipilih untuk mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umrah.
Pathul mengaku, keinginannya sebenarnya adalah memberangkatkan seluruh atlet berprestasi untuk umrah. Namun, keterbatasan kemampuan membuat hadiah tersebut untuk sementara diberikan kepada satu atlet terlebih dahulu.
“Sebenarnya yang saya inginkan semua atlet berangkat umrah. Namun, akibat keterbatasan, untuk tahun ini saya akan berangkatkan satu orang atlet,” paparnya.
Apresiasi berupa bonus uang tunai dan hadiah umrah ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi atlet dan pelatih Lombok Tengah untuk terus meningkatkan prestasi. Dengan evaluasi, pembinaan, serta dukungan anggaran yang lebih baik, Lombok Tengah menargetkan capaian yang lebih tinggi dan membidik gelar juara umum pada Porprov berikutnya.(Red)

