Lombok Tengah - Deteksi dini menjadi kunci dalam mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi kejadian yang lebih luas. Karena itu, penguatan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) terus dilakukan hingga ke tingkat desa, salah satunya di Desa Bangket Parak, wilayah kerja Puskesmas Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Menariknya, upaya tersebut tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan. Perangkat desa, kepala dusun, kader kesehatan, unsur sekolah, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas ikut dilibatkan dalam membangun jejaring kewaspadaan kesehatan di tengah masyarakat.
Keterlibatan lintas sektor ini menjadi penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan berbagai kejadian kesehatan di lingkungannya. Informasi mengenai munculnya gejala penyakit, peningkatan kasus, maupun kondisi tertentu yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dapat diketahui lebih cepat dari tingkat masyarakat.
Katim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Wildan Hafiz, menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini.
“Masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem kewaspadaan dini. Dengan adanya surveilans berbasis masyarakat, informasi mengenai kejadian kesehatan di lingkungan dapat lebih cepat diketahui, dilaporkan, dan ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan,” ujar Wildan.
Menurut Wildan, surveilans berbasis masyarakat tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan petugas kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan berbagai sektor agar setiap informasi kesehatan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.
Karena itu, kader kesehatan, perangkat desa, kepala dusun, unsur pendidikan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas diharapkan menjadi bagian dari jejaring kewaspadaan dini di wilayah masing-masing.
"Cepat melapor, cepat ditindaklanjuti. Prinsip inilah yang menjadi salah satu tujuan penting dalam pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat," jelasnya.
Masyarakat diharapkan tidak menunggu sampai suatu penyakit berkembang atau menimbulkan dampak yang lebih luas. Setiap peningkatan kasus penyakit, kejadian yang tidak biasa, maupun kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi masalah di masyarakat perlu segera diinformasikan kepada kader atau petugas kesehatan.
"Dengan deteksi yang lebih cepat, langkah penanganan dan pencegahan juga dapat dilakukan sedini mungkin," ucapnya.
Di sisi lain, keberadaan jejaring lintas sektor di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Puskesmas Teruwai bersama pemerintah Desa Bangket Parak dan seluruh unsur terkait pun diharapkan terus memperkuat koordinasi serta komunikasi dalam pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat.
Kegiatan di Desa Bangket Parak menjadi salah satu langkah konkret untuk membangun sistem kewaspadaan kesehatan yang lebih cepat, responsif dan partisipatif, sekaligus mendorong masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan lingkungannya.
"Dengan semakin kuatnya peran masyarakat, potensi masalah kesehatan diharapkan dapat dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi masyarakat Lombok Tengah," tutupnya. (Red)

