TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

DP3AP2KB Lombok Tengah Bidik 35 Ribu Pasangan Usia Subur Untuk Cegah Stunting


Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, Kusriadi
Lombok Tengah – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lombok Tengah terus diperkuat. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat kini menggencarkan edukasi dan pendampingan terhadap sekitar 35 ribu pasangan usia subur (PUS) yang teridentifikasi memiliki faktor risiko melahirkan anak stunting.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan risiko stunting sejak dini, bahkan sebelum kehamilan terjadi. Melalui pendampingan langsung, keluarga diharapkan semakin memahami pentingnya kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, serta pemenuhan kebutuhan gizi dan pengasuhan anak.

Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, Kusriadi, mengatakan, data puluhan ribu pasangan usia subur tersebut diperoleh melalui proses penelusuran dan pendataan yang telah dilakukan sejak 2025. Data itu selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan sasaran intervensi dan memberikan edukasi sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.

“Sebanyak 35 ribu pasangan usia subur ini ditemukan terancam melahirkan anak stunting pada tahun 2026. Hal ini setelah ditelusuri dari tahun 2025 lalu,” ujarnya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, DP3AP2KB Lombok Tengah mengerahkan 2.391 orang Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Tim ini bertugas mendampingi keluarga, menelusuri faktor risiko, sekaligus memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan stunting.

“Setiap tim terdiri atas tiga orang yang berasal dari unsur kesehatan, keluarga berencana (KB), dan Posyandu. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pendampingan sekaligus mempercepat identifikasi keluarga yang membutuhkan perhatian lebih,” jelasnya.

Kusriadi mnambahkan, dalam proses pendataan, petugas menelusuri sejumlah indikator yang berpotensi meningkatkan risiko stunting. Di antaranya, usia ibu saat hamil di atas 35 tahun, kondisi kelayakan tempat tinggal, pernikahan usia dini, serta jarak kelahiran anak yang berisiko.

Temuan di lapangan kemudian menjadi acuan bagi petugas untuk memberikan edukasi secara lebih terarah. Dengan pendekatan langsung kepada keluarga, faktor-faktor risiko tersebut diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum berdampak pada kesehatan ibu dan anak.

“Semua ini sedang dalam pelacakan dan pihaknya akan langsung memberikan edukasi,” tegasnya.

Pendampingan Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

DP3AP2KB Lombok Tengah menargetkan edukasi dan pendampingan terhadap pasangan usia subur yang berisiko dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Program ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Kusriadi menegaskan, edukasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menekan risiko stunting di Lombok Tengah. Pendampingan tersebut menjadi penting agar setiap keluarga mampu memahami kondisi dan faktor risiko yang dihadapi serta mengetahui langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

“Edukasi ini akan terus dilakukan guna mengurangi risiko jika melahirkan akan melahirkan anak stunting. Hal ini sedang diupayakan hingga selesai di akhir tahun 2026,” pungkasnya.

Melalui keterlibatan ribuan pendamping keluarga dan edukasi yang menyasar langsung masyarakat, DP3AP2KB Lombok Tengah berharap upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan. Dengan persiapan yang lebih baik, diharapkan semakin banyak anak di Lombok Tengah dapat tumbuh sehat dan optimal. (Man)

0Comments

Tambahkan komentar

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile