
Faurani menjadi orang pertama yang secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran ke sekretariat panitia Pilkades Desa Kediri, Senin (5/10/2026).
Lombok Barat – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, mulai memasuki babak pendaftaran bakal calon. Di tengah geliat demokrasi desa yang mulai menghangat, Faurani menjadi orang pertama yang secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran ke sekretariat panitia Pilkades Desa Kediri, Senin (5/10/2026).
Ada pemandangan berbeda ketika pria yang akrab disapa Ustadz Faor itu tiba di sekretariat panitia. Ia datang seorang diri, tanpa rombongan keluarga, simpatisan maupun pendukung yang biasanya mengiringi langkah seorang kandidat dalam sebuah kontestasi politik.
Dengan senyum tipis, Faurani menyerahkan berkas pendaftarannya kepada panitia. Langkah sederhana itu disebutnya sebagai bentuk keseriusan sekaligus cara untuk menghormati proses demokrasi yang tengah berlangsung di Desa Kediri.
"Saya datang hari ini sendirian karena ada saran yang saya terima dari seseorang yang sangat saya hormati, yang meminta agar saya datang mendaftar hari ini sendiri," ucap Faor usai mendaftar.
Kendati memilih datang sendiri pada hari pertama pendaftaran, Faurani memastikan proses pencalonannya belum berhenti. Ia berencana kembali ke sekretariat panitia untuk melengkapi sejumlah dokumen persyaratan bersama keluarga, simpatisan dan para pendukungnya.
"Insyaallah besok hari Rabu kami datang kembali untuk melengkapi berkas, semoga Allah lancarkan," imbuhnya.
Langkah Faurani menjadi pendaftar pertama sekaligus menandai mulai bergeraknya dinamika politik dalam Pilkades Kediri. Namun, kontestasi masih panjang. Sejumlah nama lainnya telah mengambil formulir dan masih memiliki waktu untuk menentukan langkah politiknya hingga batas akhir pendaftaran.
Ketua Panitia Pilkades Desa Kediri, Zulkifli, mengatakan hingga Senin (5/10), tercatat tujuh orang telah mengambil formulir pendaftaran. Dari jumlah tersebut, baru satu orang yang secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran, yakni Faurani.
"Sejauh ini, baru satu orang yang mendaftar dari tujuh orang yang sudah mengambil berkas formulir, jadi kita tunggu sampai hari Rabu besok, semoga semua berjalan lancar," terang Kifli.
Bagi panitia, tahapan pendaftaran bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian Pilkades berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, setiap bakal calon maupun masyarakat diharapkan dapat menjaga suasana tetap sejuk di tengah munculnya berbagai pilihan politik.
Kifli mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk mengganggu persaudaraan dan kekompakan masyarakat Desa Kediri.
"Sesuai dengan marwah demokrasi kita bahwa pada kontestasi ini mari kita sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan serta ketertiban demi menciptakan kontestasi Pilkades yang damai dan riang gembira," ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat Pilkades bukan semata-mata tentang siapa yang akan memenangkan suara terbanyak. Lebih dari itu, proses demokrasi di tingkat desa menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan berdasarkan pilihan masing-masing, tanpa kehilangan ikatan sosial sebagai satu komunitas.
Untuk diketahui, pendaftaran bakal calon kepala desa dalam Pilkades serentak di Lombok Barat dibuka mulai 28 September hingga 7 Oktober 2026.
Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melanjutkan tahapan dengan penelitian dan verifikasi berkas persyaratan sebelum memasuki proses penetapan calon kepala desa.
Dengan masih terbukanya waktu pendaftaran, peta persaingan Pilkades Kediri masih sangat mungkin berubah. Siapa saja yang akhirnya tampil dalam kontestasi akan ditentukan melalui tahapan yang telah ditetapkan panitia, sementara masyarakat menanti hadirnya pilihan-pilihan kepemimpinan yang mampu membawa demokrasi desa berjalan secara dewasa, damai, dan bermartabat. (Red)
