TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Mandalika Jadi Panggung Adu Cepat, MGPA Dorong Pembalap Lokal NTB Tembus Level Nasional


Lombok Tengah - Persaingan sengit mewarnai gelaran Mandalika Festival of Speed (MFOS) Round 4 Kejurnas ITCR 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 15–18 Oktober 2026. 

Tak hanya menyuguhkan aksi adu kecepatan, ajang ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya pembalap-pembalap potensial dari daerah.

Kompetisi yang berlangsung selama dua hari tersebut mempertandingkan tiga kelas Kejuaraan Nasional (Kejurnas), yakni ITCR 1200, ISTCR 3600, dan ITCR 1500. Para pembalap ditantang menunjukkan performa terbaik dalam dua sesi balapan, dengan masing-masing race menempuh 12 lap.

Setelah menyelesaikan Race 1 pada Sabtu (17/10), para pembalap kembali beradu strategi dan kecepatan pada Race 2, Minggu (18/10). Balapan terakhir ini menjadi penentu hasil akhir putaran keempat sekaligus menambah ketat persaingan di lintasan Mandalika.

Di balik sengitnya persaingan, penyelenggaraan MFOS juga membawa misi penting dalam pengembangan olahraga otomotif di NTB. 

Direktur Operasi Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Donny Mahardjono, menilai ajang balap mobil resmi seperti ini dapat menjadi pemicu bagi pembalap lokal untuk meningkatkan kemampuan dan berani bersaing di tingkat nasional.

“Pembalap dari luar daerah saat ini masih mendominasi persaingan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan optimisme MGPA untuk terus membuka peluang bagi talenta lokal agar berkembang melalui kompetisi yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya

Menurut Dony Pembalap dari NTB saat ini memang belum terlalu mendominasi, tetapi paling tidak dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini kita bisa merangsang mereka. 

“Yang sebelumnya mungkin hanya bermain di time attack, dengan adanya balap mobil resmi ini mungkin bisa merangsang mereka untuk ikut bergabung,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit menjadi peluang besar bagi pembalap daerah untuk mengasah keterampilan, memperluas pengalaman, serta mengukur kemampuan mereka saat berhadapan langsung dengan pembalap dari berbagai daerah.

“Melalui kompetisi resmi, pembalap lokal diharapkan tidak hanya terbiasa menguji catatan waktu atau time attack, tetapi juga mampu memahami strategi balapan, menjaga konsistensi, dan membangun mental bertanding dalam persaingan sesungguhnya,” katanya.

Selain tiga kelas Kejurnas ITCR, MFOS Round 4 turut menghadirkan sejumlah kejuaraan lain, yakni Superstars Sportcar Series, KRIDA Agya OMR, dan Subaru BRZ Super Series. Kehadiran berbagai kelas tersebut semakin memperkaya persaingan sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga otomotif di Indonesia.

Dengan penyelenggaraan ajang balap yang berlangsung secara berkelanjutan, Sirkuit Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi panggung kompetisi nasional maupun internasional, tetapi juga berperan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan talenta otomotif lokal.

Bagi NTB, momentum ini menjadi kesempatan untuk melahirkan generasi pembalap yang mampu bersaing di level nasional, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga otomotif daerah. 

“Dari lintasan Mandalika, harapan untuk melihat lebih banyak pembalap lokal tampil dan berprestasi pun semakin terbuka,” tutupnya. (Man)

0Comments

Tambahkan komentar

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile