![]() |
| Para Riders Motogp berfoto Bersama dalam Jumpa Fans sebelum Menggelar Parade Keliling Kota Mataram untuk Menyapa Masyarakat (Foto Istimewa) |
(SAVANA-Mataram) Sirkuit Mandalika tidak lagi sekadar menjadi tempat berlangsungnya balapan MotoGP. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, Mandalika mulai menjadi rumah yang dirindukan para rider, sementara masyarakat Nusa Tenggara Barat menyambut mereka dengan energi, budaya, dan antusiasme yang terus tumbuh.
Gambaran itu terasa dalam Rider Parade MotoGP Mandalika 2026
di Kota Mataram, Rabu (7/10/26). Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan dan
usia memadati sepanjang rute parade, menyambut para pembalap yang akan berlaga
pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika
International Circuit, Lombok Tengah, 9–11 Oktober.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, setelah lima
edisi penyelenggaraan, sejumlah pembalap mulai menyebut Mandalika sebagai
homebase mereka.
“Setelah edisi kelima, para pembalap mengaku Mandalika
sebagai homebase mereka. Kalau mereka merindukan tempat kita, maka kita harus
menyukseskan MotoGP tahun ini,” ujar Iqbal.
Bagi pemerintah daerah, parade bukan sekadar agenda pembuka
menuju balapan. Kehadiran para rider di tengah kota menjadi kesempatan
mempertemukan ajang olahraga internasional dengan masyarakat yang selama ini
menjadi bagian penting dari perjalanan MotoGP Mandalika.
Sepanjang Jalan Pejanggik, kawasan Perempatan Bank
Indonesia, Jalan Udayana hingga Teras Udayana, warga dari berbagai usia berdiri
di sepanjang jalan. Anak-anak, pelajar, komunitas, keluarga hingga penggemar
otomotif menunggu iring-iringan pembalap melintas. Spanduk, sorakan dan kamera
telepon genggam memenuhi sejumlah titik, menciptakan suasana perayaan yang
terasa bukan hanya di kawasan sirkuit, tetapi juga di jantung Kota Mataram.
Antusiasme itu sekaligus menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika
telah berkembang menjadi pengalaman bersama. Masyarakat tidak hanya datang
untuk menyaksikan balapan, tetapi ikut menjadi bagian dari suasana, budaya dan
keramahan yang menyertai kedatangan para rider ke NTB.
Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram
menyiapkan penyambutan dengan melibatkan berbagai unsur. Gubernur Lalu Muhamad
Iqbal bersama Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Sekretaris Daerah
NTB Abul Chair hadir langsung dalam parade, bersama Wali Kota Mataram H. Mohan
Roliskana serta jajaran perangkat pemerintah dan unsur penyelenggara MotoGP.
Keterlibatan pemerintah daerah juga terlihat dari rangkaian
atraksi budaya yang mengiringi parade. Tarian Harmony of Sasambo yang dibawakan
para pelajar membuka rangkaian pertunjukan, disusul Gendang Beleq, marching
band IPDN, musik Tongtong dan berbagai kesenian lokal sepanjang rute.
Di Teras Udayana, para rider kemudian berinteraksi langsung
dengan masyarakat, berbagi kesan dan persiapan menghadapi balapan. Suasana
semakin semarak ketika para pembalap ikut memukul Gendang Beleq, sebuah perjumpaan
sederhana tetapi kuat antara olahraga dunia dan ekspresi budaya NTB.
Sejumlah rider yang mengikuti parade antara lain Franco
Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi, Máximo Quiles dan pembalap
Indonesia Veda Ega Pratama. Parade juga diramaikan iring-iringan komunitas
motor besar serta pelaku UMKM melalui Pasar Rakyat Mandalika di Teras Udayana.
Rider Parade menjadi bagian dari rangkaian side event menuju
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan tema “Energizing Indonesia”.
Namun, energi yang dibangun NTB tidak berhenti pada lintasan balap.
Ketika para rider kembali menuju Mandalika, yang mereka bawa
bukan hanya persiapan menuju balapan, tetapi juga pengalaman tentang sebuah
daerah yang menyambut mereka dengan masyarakatnya, budayanya, dan keramahan
yang hidup di ruang-ruang publik.
Dari Mandalika, NTB ingin memastikan MotoGP tidak hanya
menjadi tontonan dunia, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang
memperkenalkan wajah NTB kepada dunia. Ketika Mandalika mulai disebut sebagai
rumah oleh para rider, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kedatangan
mereka selalu menemukan alasan untuk kembali. (*)

